Senin, 10 Oktober 2022

PERKEMBANGAN MASA REMAJA

 Perkembangan Masa Remaja : Fisik, Kognitif, Psikososial DLL



Perkembangan masa remaja adalah masa transisi atau periode peralihan dari masa anak menuju masa dewasa yang terjadi pada umur 12 hingga 21 tahun bagi wanita dan 22 bagi pria (Asrori dalam Ajhuri, 2019, hlm. 122). Pada masa ini individu mengalami berbagai perubahan, baik fisik maupun psikis. Perubahan yang tampak jelas adalah perubahan fisik, dimana tubuh berkembang pesat sehinggaa mencapai bentuk tubuh orang dewasa yang disertai pula dengan berkembangnya kapasitas reproduktif.

Salah satu ciri utama dari dimulainya masa remaja adalah ketika pertumbuhan seksual mereka telah sempurna. Seperti yang diungkapkan oleh Thahir (2018, hlm. 147) bahwa masa remaja secara umum dimulai dengan pubertas, proses yang mengarah kepada kematangan seksual atau fertilisasi, kemampuan untuk bereproduksi.

Masa remaja dimulai pada usia 12-18 tahun atau awal usia dua puluhan, dan masa tersebut membawa peluang untuk tumbuh bukan hanya dalam dimensi fisik, tetapi juga dalam kompetensi kognitif dan psikososial. Otonomi; harga diri, dan intimasi. Periode ini juga amat berisiko. Secara psikologis masa remaja adalah usia di mana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia di mana remaja tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama.

Jiwa “pemberontakan” yang biasa dilabelkan pada remaja harus dipandang sebagai perspektif orang dewasa. Hal ini karena jiwa pemberontak atau kenakalan yang tampak sering terjadi pada remaja sebetulnya bukan sepenuhnya karakteristik dari kelompok usia ini. Pada dasarnya, orang dewasa juga memiliki karakter yang sama, hanya saja pengalaman atau jam terbangnya berbeda.

Sesungguhnya, yang disebut “pemberontakan” tersebut tidak lebih dari upaya remaja untuk mencari penegasan diri untuk menemukan bahwa dirinya berbeda, dan merupakan proses yang penting dalam tahap-tahap pembentukan kepribadian. Seperti bagaimana anak harus dibebaskan bermain dan bereksplorasi, hal serupa juga harus diterapkan pada remaja, tentunya dengan pengawasan dan arahan orang tua.

Pembagian dan Ciri Masa Remaja

Menurut Ajhuri, 2019, hlm. 123-124) secara umum masa remaja dibagi menjadi tiga bagian, yakni sebagai berikut.

  1. Masa remaja awal (12-15 tahun)
    Pada masa ini individu mulai meninggalkan peran sebagai anak-anak dan berusaha mengembangkan diri sebagai individu yang unik dan tidak tergantung pada orang tua. Fokus dari tahap ini adalah penerimaaan terhadap bentuk dan kondisi fisik serta adanya konformitas yang kuat dengan teman sebaya.
  2. Masa remaja pertengahan (15-18 tahun)
    Masa ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan berpikir yang baru. Teman sebaya masih memiliki peran yang penting, namun individu sudah lebih mampu mengarahkan diri sendiri (selfdirected). Pada masa ini remaja mulai mengembangkan kematangan tingkah laku, belajar mengendalikan impulsivitas, dan membuat keputusan-keputusan awal yang berkaitan dengan tujuan vokasional yang ingin dicapai. Selain itu penerimaan dari lawan jenis menjadi penting bagi individu.
  3. Masa remaja akhir (19-22 tahun)
    Masa ini ditandai oleh persiapan akhir untuk memasuki peran-peran orang dewasa. Selama periode ini remaja berusaha memantapkan tujuan vokasional dan mengembangkan sense of personal identity. Keinginan yang kuat untuk menjadi matang dan diterima dalam kelompok teman sebaya dan orang dewasa, juga menjadi ciri dari tahap ini.
  4. Sementara itu, karakteristik atau ciri individu pada masa perkembangan remaja adalah:

    1. masa remaja sebagai periode peralihan dari kanak-kanak ke dewasa,
    2. masa remaja adalah periode perubahan (terjadi peningkatan emosi),
    3. masa remaja sebagai usia bermasalah, cenderung tidak rapi, tidak hati-hati,
    4. masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan (merasa banyak masalah),
    5. masa remaja cenderung memaksakan seperti yang ia inginkan (tidak realistis),
    6. masa remaja sebagai ambang masa dewasa (mencari hingga menemukan identitas diri sendiri) 

    Masa remaja adalah masa yang terbilang sulit bahkan bagi remaja sendiri. Tentunya hal ini juga berlaku bagi orang tuanya. Lagi-lagi perlu ditegaskan bahwa sejatinya memberontak adalah insting alami dari remaja agar dapat berdiri sendiri melakukan sesuatu dengan caranya sendiri supaya dia menjadi dewasa dan tidak bergantung pada orang lain (orang tua).

    Oleh karena itu, tugas masa orang dewasa tengah atau akhir adalah memaklumi namun tetap mengawasi, dan mendampingi, bukan hanya memarahi atau menasihati saja. Hal ini juga karena akan sulit untuk mendikte seorang remaja. Kesulitan-kesulitan remaja disebabkan oleh fenomena dari remaja sendiri dengan disertai beberapa perilaku khusus yang di antaranya adalah sebagai berikut.

    1. Periode remaja mulai untuk menyuarakan kebebasan serta haknya terhadap pendapatnya.
    2. Periode remaja akan lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, terutama oleh teman-teman sebayanya jika dibandingkan pada saat mereka masih pada masa kanak-kanak.
    3. Terjadinya perubahan fisik yang cepat dan pesat, mulai dari tumbuh kembangnya hingga seksualitasnya.
    4. Periode remaja memiliki kepercayaan diri yang tinggi (over confidence). Kepercayaan diri ini akan meningkat bersama dengan emosinya sehingga akan mengalami kesulitan dalam menerima nasihat atau pengarahan dari orang lain, tak terkecuali orang tua (Putro dalam Masykuroh dkk, 2021, hlm. 84).

    Masa Kritis Remaja

    Masa kritis remaja ialah dimana remaja berusaha mencoba menemukan siapa dirinya (Kartikawati & Sari, 2017). Pada masa ini remaja cenderung akan memikirkan tindakan apa yang dilakukan, tindakan apa yang akan dan sedang dilakukan, serta akan mencoba sesuatu sampai dapat dilakukannya. Terdapat dua masa kritis pada remaja (Marwoko, 2019 dalam Masykuroh, 2021, hlm. 87), yakni sebagai berikut.

    Ancaman/bahaya Fisik

    Bahaya fisik pada remaja meliputi beberapa poin di bawah ini.

    1. Kematian
      Kematian akibat kecelakaan di jalan raya menjadi penyebab utama kematian pada remaja. Diambil dari data World Health Organization (WHO) bahwa sebanyak 1.25 juta orang mengalami kematian akibat kecelakaan di jalan raya (Setyowati et al., 2019). Penyebab kecelakaan di usia remaja dikarenakan rendahnya pemahaman remaja terhadap ancaman/ bahaya di jalan raya. Seperti tidak memakai helm, berkendara dengan kecepatan diatas rata-rata, mengabaikan rambu lalu lintas di jalan.
    2. Bunuh Diri
      Bunuh diri menjadi penyebab kedua kematian pada remaja. Diambil dari data World Health Organization (WHO) bahwa sebanyak 800ribu orang meninggal karena bunuh diri (Kusumayanti et al., 2020). Penyebab bunuh diri di usia remaja dikarenakan perilaku dan emosional remaja mengalami luapan emosi yang membuat gangguan perilaku muncul salah satunya yaitu bunuh diri.
    3. Cacat fisik
      Cacat fisik pada remaja sebabkan karena bawaan sejak lahir ataupun disebabkan karena terjadinya kecelakaan yang menyebabkan cacat fisik permanen.
    4. Sulit menyesuaikan diri
      Sulit menyesuaikan diri pada remaja disebabkan karena remaja yang tidak percaya diri akan kemampuan dan kelebihannya. Padahal, sejatinya setiap individu memiliki kemampuan dan kelebihan yang berbeda namun mungkin sulit untuk diwadahi atau belum mendapatkan medan yang sesuai di masa ini.

    Ancaman/Bahaya Psikologis

    Sementara itu ancaman atau bahaya yang akan dihadapi oleh individu pada periode remaja adalah sebagai berikut.

    1. Perilaku Sosial
      Remaja perlu mengembangkan perilaku sosial yang matang sehingga memperkecil ketidakmatangan dalam berperilaku sosial (Kartikawati & Sari, 2017 dalam Masykuroh, 2021, hlm. 88). Ketidakmatangan tersebut seperti remaja memilih teman sebaya yang bersikap kekanak-kanakan, membuang-buang waktu bersama teman untuk membicarakan sesuatu yang tidak penting.
    2. Perilaku Seksual
      Remaja yang tidak memiliki pasangan akan dibedakan perlakuannya oleh teman-temannya, sikap seperti itulah yang menunjukkan ketidakmatangan remaja dalam berperilaku.
    3. Perilaku Moral
      Berkaitan dengan perasaan, pikiran, dan tingkah laku yang sesuai ataupun tidak sesuai dalam masyarakat. Ketidakmatangan dalam perilaku moral yaitu kenakalan remaja seperti Tindakan kriminal.
    4. Hubungan Keluarga
      Meningkatkan kemampuan untuk berinteraksi secara pribadi dengan keluarga dapat memperkecil permasalahan dalam keluarga. Begitu pun sebaliknya ketidakmampuan dalam berinteraksi maupun berkomunikasi dengan keluarga menyebabkan terjadinya permasalahan dalam keluarga.

4 komentar:

PERKEMBANGAN MASA REMAJA

  Perkembangan Masa Remaja : Fisik, Kognitif, Psikososial DLL Perkembangan masa remaja adalah masa transisi atau periode peralihan dari masa...